Startup Gagal Bukan karena Ide, tapi Model Bisnis! NSC UNM Bekali Mahasiswa Jadi Founder Siap Investor
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depokhitz.com, Depok – Di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital, banyak startup bermunculan dengan ide-ide inovatif. Namun, tidak sedikit yang berhenti di tengah jalan karena gagal membangun model bisnis yang berkelanjutan. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis melalui Nusa Mandiri Startup Center (NSC) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak wirausaha muda berbasis teknologi dengan menggelar Workshop Pembinaan Startup bertema “Pelatihan Bisnis Model & Perencanaan Bisnis” pada Selasa (30/6), di Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok.
Workshop yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WIB ini diikuti mahasiswa dari berbagai program studi yang memiliki minat mengembangkan startup. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan berkelanjutan NSC untuk membangun ekosistem kewirausahaan digital di lingkungan kampus.
Startup Gagal Bukan karena Ide, tapi Model Bisnis!
Menghadirkan CEO Global Mandiri Computer & Consulting, Erlan Baktiar, sebagai narasumber, workshop membahas pentingnya menyusun Business Model Canvas (BMC) dan business plan sebagai fondasi utama dalam membangun bisnis rintisan yang mampu bertahan di tengah persaingan industri.
Menurut Erlan, keberhasilan sebuah startup tidak hanya ditentukan oleh ide yang inovatif, tetapi juga oleh kemampuan pendirinya menyusun strategi bisnis yang terukur.
“Banyak startup memiliki ide yang luar biasa, tetapi gagal berkembang karena tidak memiliki model bisnis yang jelas. Business Model Canvas membantu founder memetakan target pelanggan, value proposition, sumber pendapatan, hingga strategi pengembangan bisnis secara sistematis. Dengan perencanaan yang matang, peluang startup untuk tumbuh dan mendapatkan kepercayaan investor akan semakin besar,” jelas Erlan.
Selama workshop, peserta tidak hanya memperoleh materi mengenai penyusunan model bisnis, tetapi juga mempraktikkan cara mengidentifikasi peluang pasar, menyusun business plan yang realistis, serta merancang strategi pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Sementara itu, Siti Nurlela, staf Nusa Mandiri Startup Center (NSC), mengatakan bahwa pembinaan startup merupakan salah satu program strategis Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui inovasi.
“NSC hadir untuk mendampingi mahasiswa sejak tahap awal membangun ide hingga menjadi startup yang memiliki model bisnis yang kuat. Kami ingin mahasiswa mampu mengubah kreativitas menjadi bisnis yang berkelanjutan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global,” ungkapnya dalam rilis yang diterima, pada Rabu (1/7).
Ia menambahkan, NSC secara rutin menghadirkan praktisi industri, mentor startup, hingga pelaku bisnis digital agar mahasiswa memperoleh wawasan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha saat ini.
Melalui workshop ini, Universitas Nusa Mandiri sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem startup yang inovatif dan berdaya saing.
“Dengan pembinaan yang berkelanjutan, mahasiswa diharapkan mampu melahirkan bisnis rintisan berbasis teknologi yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberikan solusi bagi berbagai tantangan masyarakat di era transformasi digital,” tutupnya.
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar