Kuliah Bisnis Digital Sambil Bangun Usaha, Sendia Afiandi Siap Fokus Kembangkan Bengkel Modifikasi Motor
- account_circle Encut Nur Azizah
- calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depokhitz.com, Depok – Menjalani perkuliahan tidak selalu berarti harus menunggu lulus untuk mulai membangun karier. Hal tersebut dilakukan Sendia Afiandi, S.Bns., mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) Kampus Margonda yang baru menyelesaikan sidang dan kini memilih fokus mengembangkan usaha bengkel modifikasi motor miliknya.
Sendia memilih Program Studi Bisnis Digital UNM karena melihat jurusan tersebut masih tergolong jarang ditemukan di kampus lain. Selain itu, lokasi kampus yang berada di Depok juga menjadi salah satu pertimbangannya.
“Saya masuk tahun 2022 karena melihat jurusan Bisnis Digital masih sangat jarang di kampus lain. Saya menemukan di Nusa Mandiri dan merasa pilihan yang tepat karena saya juga domisili Depok, jadi dekat,” ujar Sendia.
Selama menjalani perkuliahan, Sendia tidak aktif mengikuti organisasi kampus. Bukan karena tidak tertarik, melainkan karena waktunya lebih banyak digunakan untuk menjalankan usaha di bidang otomotif yang telah dirintis sejak masih sekolah. Usaha tersebut berawal dari hobi dan pengalaman freelance. Sepulang sekolah, Sendia sempat membantu di tempat lain sambil mempelajari dunia otomotif sebelum akhirnya mengembangkan usahanya sendiri.
Kini, usaha yang dijalankannya bernama Mosi Crazed, sebuah bengkel modifikasi motor custom. Bisnis tersebut telah melayani pengiriman pesanan ke berbagai daerah di Indonesia.
“Promosinya digital sih, full media online. Buat konten,” kata Sendia ketika menjelaskan strategi pemasaran usahanya.
Pada awal menjalankan bisnis, Sendia masih menangani pembuatan konten sendiri. Namun, seiring berkembangnya usaha, kini ia telah memiliki tim yang membantu menjalankan bisnis tersebut.
Menjalankan bisnis juga tidak terlepas dari berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan modal, mencari pesanan, hingga menemukan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Sendia memilih mengembangkan bisnis secara bertahap dengan memanfaatkan modal yang tersedia.
“Setiap ada keuntungan, kita alihkan buat tambah modal, upgrade alat,” ujarnya.
Ilmu yang diperoleh selama kuliah juga dirasakan Sendia dapat diterapkan dalam menjalankan bisnisnya. Ia menyebut teknik pemasaran dan akuntansi menjadi beberapa ilmu yang bermanfaat untuk mengelola usaha.
Menurutnya, Program Studi Bisnis Digital memiliki cakupan yang cukup luas karena tidak hanya mempelajari manajemen, tetapi juga desain grafis dan strategi bisnis.
Setelah menyelesaikan perkuliahan, Sendia tidak berencana mencari pekerjaan di perusahaan. Ia ingin sepenuhnya fokus mengembangkan Mosi Crazed dan melihat peluang yang masih dapat dikembangkan dari bisnis tersebut.
“Saya benar-benar mau fokus di bisnis ini,” katanya.
Bagi mahasiswa yang masih menjalani perkuliahan, Sendia berpesan agar tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik. Menurutnya, mahasiswa perlu mengembangkan keahlian, mengikuti organisasi, serta membangun relasi karena peluang di masa depan dapat datang dari berbagai pengalaman yang diperoleh selama kuliah.
“Karena kita enggak pernah tahu nantinya di masa depan yang mana yang bisa jadi sumber rezeki kita. Keahlian apa, relasi mana,” ungkapnya.
Sendia juga pernah mengikuti kegiatan yang mempertemukan para pebisnis dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi untuk membahas dunia bisnis, khususnya yang berkaitan dengan generasi muda. Baginya, kegiatan semacam itu dapat menjadi kesempatan untuk menambah wawasan dan relasi di luar perkuliahan.
- Penulis: Encut Nur Azizah

Saat ini belum ada komentar