Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » IEEE YESIST12 2026 Dorong Anak Muda Ciptakan Teknologi yang Benar-Benar Dibutuhkan Masyarakat

IEEE YESIST12 2026 Dorong Anak Muda Ciptakan Teknologi yang Benar-Benar Dibutuhkan Masyarakat

  • account_circle Muhammad Guntur Ilham
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Depokhitz.com, Bekasi – Sebuah prototipe mungkin terlihat canggih di atas meja. Namun, teknologi baru benar-benar berarti ketika keberadaannya mampu membuat kehidupan seseorang menjadi lebih baik.

Pesan tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Inaugural Ceremony Day 1 IEEE YESIST12 2026 di BSI Convention Center, Bekasi, Jumat (2/10). Chair IEEE Indonesia Section, Prof. Dr. Ir. Kurnianingsih, mengajak para inovator muda yang hadir untuk tidak sekadar mengejar kecanggihan teknologi, tetapi memahami manusia dan persoalan yang hendak mereka selesaikan.

Menurutnya, YESIST12 atau Youth Endeavors for Social Innovation using Sustainable Technology memiliki semangat yang sejalan dengan tujuan IEEE dalam memajukan teknologi untuk kemaslahatan umat manusia.

“Acara ini mengundang para pemuda untuk melihat lebih dekat dunia di sekitar mereka, mengenali tantangan yang dihadapi masyarakat, dan bertanya, apa yang bisa kita ciptakan yang akan memberikan perubahan nyata?” ujar Prof. Kurnianingsih dalam penayangan video pada Jumat (2/10).

Ajakan tersebut menjadi relevan di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, energi, pertanian, aksesibilitas hingga keberlanjutan lingkungan.

Teknologi memang dapat menjadi bagian dari solusi. Namun, menurut Prof. Kurnianingsih, teknologi tidak boleh dikembangkan hanya karena sesuatu tersebut secara teknis memungkinkan untuk dibuat.

Ada manusia dengan kebutuhan, keterbatasan, kebiasaan, dan kondisi sosial yang perlu dipahami sebelum sebuah solusi dinyatakan benar-benar siap digunakan.

Sebagai pendidik dan peneliti, ia mendorong peserta YESIST12 untuk menempatkan manusia sebagai pusat inovasi. Para inovator diminta mendengarkan komunitas yang ingin mereka bantu serta menguji kembali apakah solusi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Selalu tempatkan manusia sebagai pusat dari inovasi Anda dan dengarkan komunitas yang ingin Anda bantu,” katanya.

Pertanyaan yang perlu diajukan pun tidak berhenti pada apakah sebuah teknologi bisa bekerja. Para peserta juga didorong mempertimbangkan apakah solusi tersebut terjangkau, mudah diakses, andal, dan berkelanjutan.

Termasuk hal yang sering luput dari pembicaraan tentang inovasi, yaitu seberapa besar usaha yang harus dilakukan seseorang untuk menggunakan teknologi tersebut dan sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam proses pengembangannya.

Sebab, sebuah teknologi bisa saja berhasil secara teknis, tetapi belum tentu berhasil secara sosial.

“Prototipe yang berhasil adalah pencapaian yang penting. Namun, melihat prototipe tersebut benar-benar meningkatkan kualitas hidup seseorang akan memberikannya tujuan yang bertahan lama,” tuturnya.

Ruang Bertemu Berbagai Ide
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan YESIST12 melalui berbagai track yang mempertemukan mahasiswa, siswa sekolah, dan profesional muda. Di antaranya Innovation Challenge, Junior Einstein, dan WePOWER.

Keberagaman peserta menjadi salah satu kekuatan yang dibawa dalam ajang tersebut. Mereka datang dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, disiplin ilmu, dan perspektif yang berbeda.

Alih-alih menjadi batas, perbedaan tersebut justru dapat membuka kemungkinan lahirnya solusi yang tidak akan ditemukan jika setiap orang hanya bekerja dalam lingkungannya sendiri.

Selama penyelenggaraan YESIST12 2026, peserta juga memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan proyek, mendapatkan masukan dari para juri dan mentor, mengikuti sesi bersama pembicara utama, hingga membangun jejaring dengan inovator dari berbagai latar belakang.

Termasuk melalui sesi meet-up Young Professional yang membuka ruang bagi peserta untuk membangun hubungan di luar tim dan institusi mereka.

Prof. Kurnianingsih pun mengingatkan peserta agar tidak datang hanya dengan keinginan untuk mempertahankan gagasan sendiri.

Pertanyaan dari juri, masukan mentor, maupun percakapan sederhana dengan tim lain justru dapat menjadi bagian dari proses memperbaiki sebuah inovasi.

“Manfaatkanlah kesempatan ini sebaik-baiknya. Ajukan pertanyaan, bagikan pengalaman Anda, dan terbukalah terhadap masukan,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh peserta yang telah melewati proses panjang sebelum tiba di panggung YESIST12 2026.

Di balik sebuah proyek, terdapat proses belajar, eksperimen, kerja tim, kegagalan, dan ketekunan yang tidak selalu terlihat ketika hasil akhirnya dipresentasikan.

Karena itu, penghargaan dalam kompetisi bukan satu-satunya hal yang dapat dibawa pulang oleh peserta. Pengetahuan baru, rasa percaya diri, pengalaman bekerja lintas latar belakang, serta jaringan yang terbentuk selama kegiatan juga menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai inovator.

“Saya berharap Anda terus mengembangkan ide-ide Anda bahkan setelah acara ini berakhir,” ujarnya.

Menjembatani Perbedaan untuk Inovasi
Bagi IEEE Indonesia Section, penyelenggaraan YESIST12 di Indonesia, di mana Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai tuan rumah, juga menjadi ruang untuk mempertemukan inovator muda dengan perguruan tinggi, industri, pemerintah, serta komunitas IEEE yang lebih luas.

Semangat tersebut dirangkum dalam tagline IEEE Indonesia Section, “Unity in Diversity, Bridging Cultures, Empowering Innovation” atau penyatuan dalam keberagaman, menjembatani budaya, dan memberdayakan inovasi.

Menurut Prof. Kurnianingsih, perbedaan latar belakang bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Justru dari keberagaman pengalaman dan perspektif, kolaborasi dapat menemukan kemungkinan baru dalam menjawab persoalan masyarakat.

Dalam konteks itu, YESIST12 2026 bukan hanya menjadi ruang untuk mempertandingkan proyek teknologi. Ajang ini juga menjadi tempat bagi para inovator muda untuk menguji satu pertanyaan yang jauh lebih sederhana, tetapi penting, apakah teknologi yang kita buat benar-benar dibutuhkan oleh manusia?

  • Penulis: Muhammad Guntur Ilham

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tips presentasi agar tidak gugup

    Tips Presentasi agar Tidak Gugup: 13 Cara Efektif agar Tampil Percaya Diri

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle Fahri S
    • 0Komentar

    Depokhitz.com – Berbicara di depan banyak orang sering kali menjadi tantangan bagi sebagian besar orang. Baik pelajar, mahasiswa, maupun pekerja, hampir semua pernah merasakan gugup saat harus menyampaikan presentasi. Gejala yang muncul pun beragam, mulai dari jantung berdebar, tangan berkeringat, suara gemetar, hingga tiba-tiba lupa materi yang sebenarnya sudah dipelajari. Rasa gugup sebenarnya merupakan respons […]

  • https://pin.it/5BHHgGYwA

    SPMB SMP Depok 2026 Jalur Prestasi Dibuka Hari Ini, Simak Ketentuannya

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Ilman Syafaat
    • 0Komentar

    Depokhitz.com, Depok – Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP jalur prestasi Kota Depok Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dibuka pada 4-5 Juni 2026. Jalur ini diperuntukkan bagi calon murid yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik dari tingkat kota hingga internasional. Pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi SPMB Kota Depok mulai pukul 07.00 hingga […]

  • Bangunan dan situs bersejarah di Depok

    11 Bangunan dan Situs Bersejarah di Depok yang Menyimpan Cerita Masa Lalu

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Fahri S
    • 0Komentar

    Depokhitz – Masyarakat mengenal Kota Depok bukan hanya sebagai kota penyangga Jakarta yang memiliki kawasan permukiman, pusat perbelanjaan, dan berbagai kampus. Di balik perkembangan kotanya yang semakin modern, Depok masih menyimpan sejumlah bangunan dan situs bersejarah yang menceritakan perjalanan kota dari masa ke masa. Jejak sejarah ini tersebar di berbagai daerah di kota Depok dan […]

  • Tiga Mahasiswa Bisnis Digital UNM Lolos Magang

    Tiga Mahasiswa Bisnis Digital UNM Lolos Magang di Kemendukbangga BKKBN Pusat

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Depokhitz.com — Sebanyak tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Bisnis Digital Universitas Nusa Mandiri (UNM) berhasil diterima dalam program Magang atau Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Kemendukbangga/BKKBN Pusat. Program praktik kerja di kementerian tersebut dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, mulai 31 Agustus hingga 31 Desember 2026. Kepastian ini tertuang resmi melalui surat konfirmasi persetujuan dari Kemendukbangga/BKKBN […]

  • Mahasiswa UNM Dibekali AI untuk Web Development

    Mahasiswa UNM Dibekali AI untuk Web Development, Siap Hadapi Kebutuhan Industri Digital

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Depokhitz.com, Depok – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak talenta digital yang siap menghadapi transformasi teknologi melalui penyelenggaraan hari kedua SI Web Development Camp: AI-Powered Frontend and Backend Engineering. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (18/6) di Aula Universitas Nusa Mandiri Kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok […]

  • Menciptakan “Keberuntungan” Sendiri: Kisah Andri Nugi Baskoro, Lulusan IT yang Bersinar di Bank BRI

    Menciptakan “Keberuntungan” Sendiri: Kisah Andri Nugi Baskoro, Lulusan IT yang Bersinar di Bank BRI

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Encut Nur Azizah
    • 0Komentar

    Depokhitz.com, Depok – Membangun karier yang mapan sering kali tidak berawal dari jalan yang serba instan. Bagi Andri Nugi Baskoro, seorang lulusan Program Studi (Prodi) Informatika (S1) Universitas Nusa Mandiri (UNM) tahun 2020, kesuksesan merupakan buah dari ketekunan, penguasaan kemampuan dasar, dan keberanian untuk terus melangkah. Pria yang akrab disapa Andri ini, kini berkarier di […]

expand_less