Berawal dari Skripsi, Alumni UNM Samson Wahyudi Kembangkan Proyek Kuliah Jadi Bisnis
- account_circle Encut Nur Azizah
- calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depokhitz.com, Depok – Skripsi bagi sebagian mahasiswa menjadi salah satu tahapan akhir sebelum memperoleh gelar. Namun, bagi Samson Wahyudi, S.Kom., proyek yang dikerjakannya saat kuliah justru menjadi awal dari perjalanan bisnis yang masih dikembangkan hingga kini.
Samson merupakan alumni Sistem Informasi STMIK Nusa Mandiri yang lulus pada 2017. Selama kuliah, ia mengambil kelas karyawan sambil tetap bekerja. Aktivitasnya cukup padat karena bekerja sejak pagi hingga sore, kemudian melanjutkan perjalanan sekitar dua jam sebelum mengikuti perkuliahan pada malam hari.
Sebelum menekuni bidang business development, Samson pernah bekerja di bidang kebugaran sebagai personal trainer freelance. Setelah menyelesaikan kuliah, ia mulai mengembangkan proyek yang dibuat untuk skripsinya menjadi sesuatu yang dapat diterapkan dalam dunia kerja dan bisnis.
Menurut Samson, proyek skripsinya tidak berhenti setelah ia menyelesaikan kewajiban akademik. Sebagai mahasiswa Sistem Informasi, ia membuat sebuah sistem untuk tugas akhirnya. Setelah lulus, sistem tersebut kemudian terus dikembangkan dengan menyesuaikan kebutuhan di dunia nyata.
“Jadi tugas skripsi saya adalah bikin suatu sistem, dan bicara sudah selesai, ijazah selesai, bisa diambil ijazah saya. Tapi tugas skripsi itu atau hasil daripada skripsi itu saya kembangkan sampai dengan sekarang,” ujar Samson.
Dari pengembangan tersebut, Samson kemudian menjalankan bisnis di bidang IT business development. Ia menyebut bisnis tersebut masih berjalan hingga saat ini dan telah menjangkau pasar secara nasional. Selain bisnis IT yang dikelolanya sendiri, ia juga terlibat sebagai partner dalam usaha lain yang sedang dikembangkan.
Saat ini, Samson juga tengah mempelajari manajemen bisnis secara autodidak. Ia mengaku membutuhkan pemahaman tersebut karena sedang membangun usaha lain yang bergerak di bidang kebugaran serta trading ekspor-impor. Dalam menjalankan usaha tersebut, ia mulai mempelajari pasar, strategi bisnis, hingga pengelolaan sumber daya manusia.
“Saya harus memahami manajemen bisnis, saya harus melihat pasar, dari strategi apa yang dibutuhkan untuk usaha saya saat ini,” katanya.
Pengalaman kuliah sambil bekerja juga membuat Samson tidak mengikuti organisasi kampus. Menurutnya, waktunya sudah banyak tersita karena bekerja dari pagi hingga sore dan kuliah pada malam hari. Meski begitu, ia tetap menilai mahasiswa perlu memahami ilmu yang dipelajari selama kuliah karena pengetahuan tersebut dapat dikembangkan dan digunakan ketika memasuki dunia kerja maupun membangun usaha.
Bagi Samson, keberhasilan dalam membangun bisnis juga tidak hanya berkaitan dengan pendapatan. Ia menilai pelayanan kepada pelanggan menjadi bagian penting dalam mempertahankan usaha. Menurutnya, pelayanan yang baik dapat membuat pelanggan merekomendasikan usaha kepada orang lain hingga membangun promosi dari mulut ke mulut.
Ia pun mengingatkan mahasiswa untuk tidak takut ketika mendapatkan kesempatan. Menurutnya, seseorang tidak akan mengetahui kemampuan yang dimiliki jika tidak berani mencoba.
“Ketika kita punya kesempatan, yakinkanlah kesempatan itu benar-benar berpeluang bagi kita,” tutur Samson.
Bagi Samson, proses belajar juga tidak berhenti setelah lulus. Ia mengatakan dirinya masih terus mempelajari berbagai hal, termasuk bahasa pemrograman yang dibutuhkan dalam perkembangan teknologi. Baginya, kemauan belajar dan keberanian mengambil peluang menjadi bagian dari proses untuk terus mengembangkan diri dan usaha.
- Penulis: Encut Nur Azizah

Saat ini belum ada komentar