Ada Kuliner Belanda di Depok, Tante Thea Snoephuis Punya Cerita di Balik Rumahnya
- account_circle Encut Nur Azizah
- calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depokhitz.com, Depok — Bosan dengan cafe yang menawarkan konsep industrial, minimalis, atau nuansa tropis? Di kawasan Pancoran Mas, Depok, ada tempat makan dengan suasana yang cukup berbeda. Tante Thea Snoephuis menghadirkan nuansa rumah bergaya Belanda sekaligus menyajikan sejumlah kuliner khas Belanda yang jarang ditemui di tempat makan lainnya.
Berlokasi di Jl. Sumurbatu Raya No. 10, Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Tante Thea Snoephuis tidak sekadar mengandalkan dekorasi untuk menghadirkan suasana Belanda. Di balik tempat tersebut terdapat cerita personal pemiliknya, Yonathans, yang memiliki kedekatan dengan budaya Belanda sejak kecil.
Yonathans lahir pada 1940 dan telah tinggal di Depok sejak 1994 setelah menikah dengan warga asli Depok. Ia bercerita bahwa ibunya merupakan keturunan Belanda. Sejak kecil, ia juga terbiasa menggunakan bahasa Belanda di lingkungan keluarga, sekolah, hingga tempat tinggalnya.
Kedekatannya dengan bahasa Belanda bahkan pernah membuat Yonathans menjadi penerjemah dalam kegiatan yang melibatkan Kedutaan Belanda untuk membahas Rawagede. Ia juga pernah berkunjung ke Belanda pada 2015.
Cerita tersebut kemudian berkaitan dengan sejarah Depok. Nama Jonathans yang digunakan Yonathans tercatat sebagai salah satu dari 12 marga yang berkaitan dengan sejarah komunitas Depok Lama. Yonathans juga diketahui terlibat dalam yayasan yang berkaitan dengan sejarah komunitas tersebut.
Dari Rumah hingga Menjadi Tempat Makan
Menurut Muhammad Syahnan Aditya, salah satu pegawai Tante Thea Snoephuis, bangunan tersebut awalnya merupakan rumah bergaya Belanda. Bangunannya tidak dirombak secara keseluruhan, tetapi diperluas untuk menyesuaikan kebutuhan tempat makan.
Keberadaan kuliner Belanda di tempat ini juga berkaitan dengan keluarga pemilik. Anak pemilik memiliki ketertarikan pada dunia memasak, sementara resep makanan Belanda yang dimiliki keluarga kemudian diteruskan hingga menjadi bagian dari menu Tante Thea Snoephuis.
Sajikan Kuliner Belanda yang Jarang Ditemui
Salah satu daya tarik utama Tante Thea Snoephuis adalah menu Hollands Eten. Beberapa pilihan yang tersedia antara lain Bruinebonen Soep seharga Rp50 ribu, Macaronie Schotel Rp60 ribu, Gehaktballen Rp75 ribu, Klappertaart mulai Rp40 ribu, serta Poffertjes mulai Rp30 ribu.
Menurut Syahnan, makanan menjadi salah satu alasan utama pengunjung datang. Pengunjung dewasa cukup banyak yang mencari makanan Belanda karena ingin bernostalgia dengan cita rasa yang mengingatkan mereka pada masakan masa lalu. Sementara itu, pengunjung yang lebih muda cenderung tertarik dengan suasana tempat.
Ia juga menyebut pengunjung kerap memberikan respons mengenai tempat yang bersih, nyaman, dan menenangkan. Bahkan, terdapat pengunjung yang kembali datang selama beberapa hari berturut-turut.
Bagi Yonathans, keberadaan Tante Thea Snoephuis bukan hanya tentang menyajikan makanan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman dan mengenalkan cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat Depok. Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi contoh bagi generasi muda.
“Semoga Anda semua bisa menjadi contoh untuk kaum muda yang lain,” ujar Yonathans.
Dengan suasana rumah klasik, resep keluarga, dan kuliner Belanda sebagai daya tarik utama, Tante Thea Snoephuis menghadirkan pengalaman berbeda bagi masyarakat yang ingin menikmati makanan sekaligus mengenal sisi lain dari sejarah Depok.
- Penulis: Encut Nur Azizah

Saat ini belum ada komentar