Tiang Telepon Tertua di Depok, Peninggalan Era Hindia Belanda yang Masih Berdiri hingga Kini
- account_circle Ilman Syafaat
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depokhitz.com, Depok – Di tengah padatnya arus kendaraan di Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas, berdiri sebuah tiang besi tua yang sekilas tampak seperti tiang biasa. Namun, di balik bentuknya yang sederhana, tiang tersebut menyimpan cerita panjang tentang perkembangan teknologi komunikasi di Kota Depok.
Tiang telepon yang berada tidak jauh dari Stasiun Depok Lama itu diperkirakan telah berdiri sejak tahun 1900. Sejumlah pegiat sejarah menyebutnya sebagai tiang telepon tertua di Depok sekaligus salah satu peninggalan infrastruktur komunikasi era Hindia Belanda yang masih bertahan hingga kini.
Keberadaan tiang ini tidak lepas dari perkembangan kawasan Depok Lama pada awal abad ke-20. Saat itu, wilayah tersebut menjadi pusat aktivitas pemerintahan dan permukiman masyarakat Depok di masa kolonial. Seiring berkembangnya jaringan komunikasi, tiang telepon dibangun sebagai pusat penyaluran kabel menuju rumah-rumah warga dan sejumlah bangunan penting di kawasan tersebut. Menurut Ketua Depok Heritage Community, Ratu Farah, tiang ini berfungsi sebagai tiang pusat (central pole) yang kemudian menyalurkan jaringan telepon ke rumah-rumah di Depok Lama.
Meski sering disebut sebagai “tiang telepon pertama”, belum ditemukan arsip resmi yang memastikan bahwa tiang ini merupakan yang pertama di Indonesia. Namun, sejumlah sumber sejarah sepakat bahwa tiang tersebut merupakan salah satu peninggalan telekomunikasi paling tua yang masih dapat dijumpai di Kota Depok.
Dalam panduan sejarah Wandering Through Depok yang diterbitkan komunitas pelestarian sejarah Depok di Belanda, tiang ini bahkan dimasukkan sebagai salah satu titik penting wisata sejarah. Pengunjung yang berjalan sekitar 250 meter dari Stasiun Depok Lama menuju Jalan Kartini akan menemukan “the oldest telephone pole in Depok (circa 1910)“. atau “tiang telepon tertua di Depok” yang diperkirakan berasal dari sekitar tahun 1910. Perbedaan perkiraan tahun pembangunan ini menunjukkan bahwa usia pasti tiang tersebut masih menjadi bahan kajian para peneliti sejarah.
Sayangnya, keberadaan tiang telepon tua ini masih kurang mendapat perhatian. Pada 2018, kondisinya sempat menjadi sorotan karena dipenuhi lilitan tali bekas spanduk dan tidak dilengkapi papan informasi yang menjelaskan nilai sejarahnya. Padahal, tiang tersebut kerap menjadi tujuan pelajar, mahasiswa, hingga komunitas sejarah yang ingin mempelajari perkembangan Kota Depok pada masa kolonial.
Tiang telepon itu juga berada di kawasan yang kaya akan bangunan bersejarah. Di sekitarnya masih berdiri Kantor Pos peninggalan Hindia Belanda, Gereja GPIB Immanuel, bekas Rumah Tinggal Presiden Depok, Jembatan Panus, hingga deretan rumah bergaya kolonial yang menjadi bagian dari kawasan Depok Lama.
Hingga kini, tiang telepon tua tersebut masih berdiri di lokasi aslinya sebagai saksi bisu perjalanan Depok dari sebuah kawasan kolonial menjadi kota modern. Meski usianya telah melampaui satu abad, keberadaannya mengingatkan bahwa perkembangan teknologi komunikasi di Depok telah dimulai jauh sebelum telepon genggam dan internet menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
- Penulis: Ilman Syafaat

Saat ini belum ada komentar