Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Dari Kegagalan Masuk TNI hingga Menekuni Cyber Security, Perjalanan Alwi Al Hadad Alumni Informatika UNM

Dari Kegagalan Masuk TNI hingga Menekuni Cyber Security, Perjalanan Alwi Al Hadad Alumni Informatika UNM

  • account_circle Muhammad Guntur Ilham
  • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Depokhitz.com, Depok — Beberapa kali gagal tidak membuat Alwi Al Hadad berhenti mengejar cita-citanya. Alumni Program Studi Informatika Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang lulus pada 2025 tersebut justru menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk terus mencoba hingga akhirnya berhasil menekuni bidang cyber security.

Keinginan Alwi untuk bergabung dengan TNI sebenarnya sudah muncul sejak dirinya lulus SMA. Ia sempat mengikuti beberapa proses seleksi, mulai dari mendaftar Bintara hingga Tamtama. Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil karena kondisi mata minus.

Tidak ingin menyerah, Alwi bahkan sempat menjalani operasi dan menggunakan behel dengan biaya yang tidak sedikit untuk mempersiapkan diri mengikuti seleksi berikutnya. Namun, setelah berbagai usaha dilakukan, ia kembali mengalami kegagalan.

Kondisi tersebut sempat membuat Alwi merasa frustrasi. Namun, dorongan dari orang tua membuatnya kembali mencoba mencari jalan lain untuk mencapai cita-citanya. Kali ini, ia memilih jalur pendidikan S1 dengan melihat bidang yang dibutuhkan dalam lingkungan TNI.

“Saya melihat peluang-peluang apa saja yang dibutuhkan TNI. Ternyata Informatika setiap tahunnya keluar. Dari situ saya langsung memilih Prodi Informatika,” ujar Alwi.

Setelah menentukan pilihan, Alwi mulai mencari perguruan tinggi yang menyediakan Program Studi Informatika di wilayah DKI Jakarta. Hingga akhirnya ia menemukan Universitas Nusa Mandiri dan memutuskan melanjutkan pendidikan di sana.

Mengubah Kegagalan Menjadi Motivasi

Memasuki dunia perkuliahan ternyata memberikan tantangan baru bagi Alwi. Ia masuk melalui gelombang khusus ketika perkuliahan sudah berjalan beberapa pertemuan. Saat itu, mahasiswa lain sudah lebih dulu mempelajari berbagai materi, termasuk Python dan jaringan komputer.

Melihat teman-temannya yang sudah memiliki kemampuan tersebut membuat Alwi sempat merasa tertinggal.

“Ketika masuk itu teman-teman yang lainnya sudah belajar. Mereka sedang belajar Python. Saya melihat, wah teman-teman saya sudah jago-jago, jaringan sudah bisa. Di situ saya langsung frustrasi,” kenangnya.

Namun, kondisi tersebut justru menjadi titik perubahan bagi Alwi. Ia menyadari bahwa kemampuan teman-temannya bukan muncul secara tiba-tiba. Sebagian dari mereka memang sudah memiliki dasar karena sebelumnya bersekolah di jurusan seperti RPL atau bidang komputer lainnya.

Dari situlah Alwi mulai mengubah pola pikirnya. Aktivitas yang sebelumnya banyak dihabiskan untuk bermain game seperti Valorant dan Mobile Legends mulai dikurangi. Ia memilih menggunakan waktunya untuk belajar dan mencoba berbagai hal baru.

“Saya menjadikan suasana itu menjadi guru saya. Mereka bisa bukan karena dari lahir sudah bisa, tetapi karena sebelumnya memang sudah fokus di bidang tersebut. Dari situ saya langsung mengubah mindset,” jelasnya.

Menurut Alwi, keterlambatan dalam memahami suatu bidang bukan berarti seseorang tidak mampu mengejarnya. Hal yang paling penting adalah kemauan untuk belajar dan keberanian mencoba.

“Jangan takut mencoba hal baru. Jangan mikir susahnya dulu, dicoba saja dulu. Kalau memang sudah tidak bisa, kita coba bidang-bidang yang lain,” katanya.

Menemukan Jalan di Dunia Cyber Security

Selama kuliah, Alwi tidak langsung menemukan bidang yang ingin ditekuni. Ia sempat mencoba programming dan graphic design. Namun, setelah mencoba beberapa bidang, ia merasa belum menemukan kecocokan.

Kesempatan kemudian datang ketika terdapat program beasiswa dari Kementerian Komunikasi dan Digital. Alwi memutuskan untuk mengikuti program tersebut dan mulai lebih serius mendalami bidang cyber security.

Dalam prosesnya, ia mendapatkan sertifikasi di bidang cyber security dengan fokus blue team, yaitu bagian yang berfokus pada perlindungan sistem. Dari pengalaman tersebut, ketertarikannya terhadap cyber security semakin kuat.

Alwi kemudian mulai mempelajari sisi lain dari bidang tersebut, yaitu red team yang berkaitan dengan pengujian keamanan sistem.

“Saya terus fokus belajar dan akhirnya memang tertarik di dunia cyber. Setelah itu saya pindah ke haluan red team, yaitu pengujian sistem. Sampai saat ini saya berfokus ke sana,” ungkapnya.

Ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah juga menjadi bekal bagi Alwi. Salah satu hal yang paling ia ingat berasal dari pengajaran mengenai keamanan siber.

Ia menyebut salah satu dosen, Pak Anton, yang sering menekankan pentingnya memahami perkembangan keamanan cyber. Hal tersebut kemudian membuat Alwi menyadari bahwa bidang cyber security akan terus berkembang seiring munculnya berbagai bentuk kejahatan digital.

“Di dunia cyber sendiri kejahatan terus berkembang. Dari situ saya berpikir bahwa memang kita harus mengikuti perkembangan-perkembangan tersebut,” tuturnya.

Kemampuan tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan Alwi hingga memasuki lingkungan TNI. Dalam pekerjaannya sebagai PAUNIT SATLINTA SATSIBER, ia turut berhadapan dengan pengujian dan perlindungan sistem, termasuk memastikan sistem yang dikembangkan memiliki keamanan yang baik.

Tidak Takut Mencoba Hal Baru

Bagi Alwi, salah satu prinsip yang terus dipegang selama menjalani pendidikan dan karier adalah keberanian untuk mencoba.

Ia tidak ingin mahasiswa memaksakan diri mengikuti bidang tertentu hanya karena melihat kesuksesan orang lain. Menurutnya, setiap orang memiliki minat dan kemampuan yang berbeda.

“Jangan pernah takut untuk mencoba hal baru. Pelajari. Kalau mau berkorban waktu di masa muda, lakukan. Karena kalau kata Tan Malaka, terbentur, terbentur, terbentur, lalu terbentuk,” ujarnya.

Prinsip tersebut juga diterapkan Alwi dalam menentukan bidang yang ingin ditekuni. Dari programming, desain, hingga akhirnya menemukan cyber security, semuanya ia jalani melalui proses mencoba.

Ia pun menyarankan mahasiswa yang masih mencari bidangnya agar tidak langsung menyerah ketika merasa tidak cocok dengan suatu kemampuan.

“Kalau fokusnya di programming, coba programming. Kalau tidak cocok, coba UI/UX. Kalau tidak bisa, coba data science. Coba lagi, coba lagi. Saya pun demikian, saya mencoba terus sampai akhirnya ke cyber security,” katanya.

Pesan untuk Mahasiswa Baru

Sebagai alumni, Alwi berpesan kepada mahasiswa baru agar tidak menyia-nyiakan masa kuliah. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki fokus dan memanfaatkan waktu untuk meningkatkan kemampuan, baik secara akademik maupun non-akademik.

Ia sendiri mengaku lebih banyak menjalani rutinitas kuliah dan pulang untuk belajar kembali. Baginya, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang hadir di kelas, tetapi juga memahami kembali materi yang telah dipelajari.

“Saya memang mahasiswa kupu-kupu, kuliah pulang, kuliah pulang. Tetapi kupu-kupu saya itu pulang-pulang tetap belajar. Apa yang diajarkan di kampus, saya pelajari lagi di rumah,” ujarnya.

Alwi juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak terlalu mengikuti lingkungan pertemanan yang hanya menghabiskan waktu tanpa memberikan perkembangan bagi diri sendiri.

Menurutnya, kesempatan untuk mencoba hal baru harus dimanfaatkan sejak masih muda. Ia bahkan menceritakan pengalamannya ketika mengikuti sertifikasi dari program Komdigi. Saat itu, beberapa temannya memilih mundur karena merasa takut dengan proses yang akan dihadapi.

“Saya ikut sendiri di sertifikasi itu. Kalau saya waktu itu ikut-ikutan mundur, mungkin saya enggak bisa sampai saat ini,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta mahasiswa untuk fokus pada tujuan masing-masing dan tidak takut mengambil kesempatan yang ada.

“Intinya fokus ke tujuan diri kita, fokus untuk belajar, fokus untuk meningkatkan akademik dan juga non-akademik,” pesannya.

Ingin Bangun Komunitas Cyber Security di Almamater

Setelah lulus, Alwi juga masih memiliki keinginan untuk memberikan kontribusi kepada almamater. Salah satunya melalui komunitas cyber security yang telah dibangun bersama sivitas akademika UNM.

Ia berharap komunitas tersebut dapat menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar bersama mengenai keamanan siber, khususnya mengenai penetration testing atau pen testing.

“Ke depannya saya ingin membuat satu pelajaran untuk adik-adik sekalian supaya kita bisa belajar bareng terkait pen tester atau pen testing. Kita bisa belajar bagaimana menguji sistem dan mengetahui kerentanan sebuah website,” jelasnya.

Bagi Alwi, pengalaman selama kuliah bukan hanya menjadi bagian dari perjalanan menuju kelulusan, tetapi juga menjadi bekal untuk menemukan bidang yang benar-benar ingin ditekuni.

Dari beberapa kali kegagalan dalam mengejar cita-cita, merasa tertinggal saat awal kuliah, hingga mencoba berbagai bidang sebelum menemukan cyber security, perjalanan Alwi menunjukkan bahwa sebuah tujuan bisa dicapai melalui banyak jalan.

Kini, setelah menyelesaikan pendidikan Informatika di UNM pada 2025, Alwi terus melanjutkan langkahnya di bidang cyber security sekaligus berupaya berbagi pengalaman dengan mahasiswa yang sedang menempuh perjalanan serupa.

“Jangan pernah takut mencoba hal baru.”

  • Penulis: Muhammad Guntur Ilham

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLN Icon Plus Pamerkan Inovasi AI dan Energi Hijau di Electricity Connect

    Unjuk Inovasi Digital dan Hijau, PLN Icon Plus Ramaikan Electricity Connect 2026

    • calendar_month 8 menit yang lalu
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Depokhitz.com, Tangerang – PT PLN Icon Plus berpartisipasi dalam ajang Electricity Connect 2026 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Pameran ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari 22 hingga 24 September 2026. Dalam kesempatan ini, PLN Icon Plus memperkenalkan beragam inovasi digital dan energi hijau untuk kebutuhan masyarakat, bisnis, maupun industri. Pameran tersebut […]

  • Mahasiswa UNM Salurkan Bantuan untuk 85 KK Korban Kebakaran

    Mahasiswa UNM Salurkan Bantuan untuk 85 KK Korban Kebakaran Kemayoran

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Depokhitz.com, Depok – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul di bidang akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Melalui kolaborasi Aliansi Organisasi Mahasiswa (Ormawa), UNM menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 85 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran besar di […]

  • Bagi Kopi Buka Lowongan Crew Store Part Time, Ada Penempatan di Margonda Depok

    Bagi Kopi Buka Lowongan Crew Store Part Time, Ada Penempatan di Margonda Depok

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Encut Nur Azizah
    • 0Komentar

    Depokhitz.com – Bagi Kopi membuka lowongan kerja part time untuk posisi Crew Store dengan penempatan di sejumlah outlet yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Bandung, Banten, hingga Surabaya. Lowongan ini terbuka bagi kandidat dengan pendidikan minimal SMA/SMK sederajat. Posisi Crew Store Part Time ini ditujukan bagi kandidat yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, berpenampilan menarik, serta […]

  • Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Juni 2026: Pertamax Turbo Naik, Dexlite dan Pertamina Dex Turun

    Harga BBM Pertamina Terbaru 1 Juni 2026: Pertamax Turbo Naik, Dexlite dan Pertamina Dex Turun

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Ilman Syafaat
    • 0Komentar

    Depokhitz.com, Depok – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang berlaku mulai 1 Juni 2026. Dalam perubahan terbaru tersebut, harga Pertamax Turbo mengalami kenaikan, sementara Dexlite dan Pertamina Dex justru turun dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan daftar harga terbaru yang dirilis Pertamina, Pertamax Turbo naik dari Rp19.900 per liter menjadi […]

  • UBSI Bantah Keras Keterlibatan Mahasiswa dalam Konferensi Pers yang Mencatut Nama Kampus

    UBSI Bantah Keras Keterlibatan Mahasiswa dalam Konferensi Pers yang Mencatut Nama Kampus

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Encut Nur Azizah
    • 0Komentar

    Depokhitz.com, Depok – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif membantah keras keterlibatan institusi maupun organisasi kemahasiswaannya dalam konferensi pers yang digelar oleh kelompok yang mengatasnamakan BEM Bersatu dan menjadi sorotan publik dalam beberapa hari terakhir. Bantahan tersebut disampaikan setelah muncul pemberitaan yang menyantumkan nama “Ahmad (BEM Fakultas Teknik Universitas BSI)” sebagai salah […]

  • Mahasiswi UNM Juara PEKSIMIDA DKI 2026, Monolog ‘Balada Sumarah’ Bawa Pulang Juara Harapan 1

    Mahasiswi UNM Juara PEKSIMIDA DKI 2026, Monolog ‘Balada Sumarah’ Bawa Pulang Juara Harapan 1

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Guntur Ilham
    • 0Komentar

    Depokhitz.com Jakarta – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui mahasiswanya di tingkat regional. Syifa Magfiroh, mahasiswi Program Studi (Prodi) Manajemen, berhasil meraih Juara Harapan 1 pada cabang lomba Monolog dalam ajang Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) DKI Jakarta 2026. Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNM tidak hanya […]

expand_less