Breaking News
dark_mode
Beranda » Berita » Mengenal Asal-usul Kota Depok, Jejak Cornelis Chastelein dan Lahirnya Gemeente Depok

Mengenal Asal-usul Kota Depok, Jejak Cornelis Chastelein dan Lahirnya Gemeente Depok

  • account_circle Ilman Syafaat
  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Depokhitz.com, Depok – Tak banyak yang mengetahui bahwa jauh sebelum menjadi kota penyangga Jakarta, Depok pernah merupakan tanah partikelir milik seorang pejabat VOC Cornelis Chastelein. Dari kawasan perkebunan pada akhir abad ke-17, Depok kemudian berkembang hingga menjadi salah satu kota terbesar di Jawa Barat saat ini.

Berdasarkan catatan sejarah Pemerintah Kota Depok, kawasan Depok mulai dikenal setelah seorang pejabat VOC bernama Cornelis Chastelein membeli sebidang tanah seluas sekitar 1.244 hektare pada 18 Mei 1696. Tanah tersebut dibeli dari sejumlah pemilik tanah lokal dan kemudian dikembangkan menjadi kawasan perkebunan, pertanian, serta permukiman.

Berbeda dengan kebanyakan pejabat VOC pada masa itu, Chastelein dikenal memiliki pandangan yang cukup berbeda terhadap pekerjanya. Dalam surat wasiat yang dibuat sebelum wafat pada 1714, ia membebaskan para budak yang bekerja di tanah miliknya dan mewariskan kawasan Depok kepada 12 keluarga yang telah dimerdekakan.

Kedua belas keluarga tersebut kemudian menjadi cikal bakal masyarakat Depok lama. Mereka berasal dari berbagai latar belakang etnis, seperti Bali, Sulawesi, Ambon, hingga wilayah Nusantara lainnya. Hingga kini, beberapa nama keluarga seperti Bacas, Isakh, Jacob, Jonathans, Joseph, Laurens, Leander,Loen, Samuel, Soedira, Tholense, dan Zadokh masih dikenal sebagai bagian dari sejarah awal Depok.

 

Asal-usul Nama Depok

Hingga saat ini, asal-usul nama “Depok” masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan. Salah satu pendapat menyebut nama tersebut berasal dari kata padepokan dalam bahasa Sunda yang berarti tempat pertapaan atau tempat seseorang mendalami ilmu agama maupun spiritual. Pendapat ini muncul karena pada masa lampau kawasan Depok masih berupa hutan yang relatif sepi.

Sementara itu pendapat lain menyebutkan Depok berasal dari singkatan De Eerste Protestansche Organisatie van Christenen (DEPOC) yang berarti “Organisasi Kristen Protestan Pertama”. Istilah tersebut dikaitkan dengan komunitas yang berkembang di tanah warisan Cornelis Chastelein. Meski demikian, belum ada bukti sejarah yang pasti menetapkan teori mana yang paling benar, sehingga keduanya masih menjadi bagian dari kajian sejarah Depok.

 

Pernah Memiliki Pemerintahan Sendi

Seiring berjalannya waktu, kawasan Depok berkembang menjadi permukiman yang sangat maju. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Depok bahkan memperoleh status sebagai wilayah dengan pemerintahan sendiri (Gemeente Depok) yang mengatur berbagai urusan masyarakat setempat.

Setelah Indonesia merdeka, status pemerintahan tersebut berakhir dan Depok menjadi bagian dari Kabupaten Bogor. Wilayah ini kemudian berkembang menjadi Kecamatan Depok yang berada di Kawedanan Parung.

Perkembangan jumlah penduduk yang pesat membuat pemerintah membentuk Kota Administratif Depok melalui Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1981. Kota administratif tersebut diresmikan pada 18 Maret 1982.

Perjalanan Depok berlanjut hingga akhirnya resmi menjadi daerah otonom berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999 tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon. Sejak saat itu, Depok memiliki pemerintahan sendiri dan terus berkembang menjadi salah satu kota penting di wilayah Jawa Barat.

Kini, Kota Depok terdiri atas 11 kecamatan dan 63 kelurahan serta dikenal sebagai kota pendidikan, permukiman, dan pusat aktivitas masyarakat yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta. Meski telah berkembang menjadi kota metropolitan, berbagai peninggalan sejarah seperti kawasan Depok Lama, Gereja Immanuel, hingga jejak komunitas Cornelis Chastelein masih menjadi bagian penting dari identitas Kota Depok.

  • Penulis: Ilman Syafaat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • NEC UNM Siap Gelar SINEMA 2026

    NEC UNM Siap Gelar SINEMA 2026 Bangun Mindset Kewirausahaan Mahasiswa Baru

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Depokhitz.com — Nusa Mandiri Entrepreneur Center (NEC) & Nusa Mandiri Startup Center (NSC) Universitas Nusa Mandiri (UNM) akan menggelar Seminar Generasi Mandiri (SINEMA) pada Minggu 20 September 2026. Acara akan berlangsung di UNM kampus Margonda, Jl Margonda Raya No 545, Pondok Cina, Beji, Depok mulai pukul 09.00 WIB ini diselenggarakan untuk menyambut mahasiswa baru Tahun […]

  • Lowongan Kerja Susu Mbok Darmi Juli 2026, Buka Posisi Area Manager hingga Dairysta

    Lowongan Kerja Susu Mbok Darmi Juli 2026, Buka Posisi Area Manager hingga Dairysta

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Encut Nur Azizah
    • 0Komentar

    Depokhitz.com – Susu Mbok Darmi membuka lowongan kerja untuk sejumlah posisi pada Juli 2026. Informasi rekrutmen tersebut dibagikan melalui akun Instagram resmi Susu Mbok Darmi. Posisi yang dibuka meliputi Area Manager, Supervisor Area, Design Interior Supervisor, dan Dairysta. Lowongan ini ditujukan bagi kandidat yang memiliki kualifikasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing posisi. Posisi yang Dibuka yaitu: […]

  • Akses Jalan Ditembok, Satu Keluarga di Cilodong Depok Terisolasi

    Akses Jalan Ditembok, Satu Keluarga di Cilodong Depok Terisolasi

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Ilman Syafaat
    • 0Komentar

    Depokhitz.com, Depok – Satu keluarga di kawasan Cilodong, Kota Depok, mengaku terisolasi setelah akses jalan menuju rumah mereka ditutup menggunakan tembok oleh pemilik lahan. Akibatnya, penghuni harus menggunakan jalur alternatif yang dinilai kurang aman untuk beraktivitas sehari-hari. Tembok dengan tinggi lebih dari satu meter tersebut membuat akses utama menuju rumah tertutup. Untuk sementara, keluarga tersebut […]

  • Sejak Semester Awal Incar Paragon, Perjalanan Nur Khofifah dari Bangku Kuliah hingga Berkarier di PT Paragon Technology and Innovation

    Sejak Semester Awal Incar Paragon, Perjalanan Nur Khofifah dari Bangku Kuliah hingga Berkarier di PT Paragon Technology and Innovation

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
    • account_circle Muhammad Guntur Ilham
    • 0Komentar

    Depokhitz.com, Depok — Menentukan tujuan karier sejak masih duduk di bangku kuliah menjadi salah satu hal yang dilakukan Nur Khofifah. Alumni Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri (UNM) Jatiwaringin yang lulus pada 2025 tersebut sudah memiliki target perusahaan yang ingin dituju sejak semester awal perkuliahan. Setelah melewati berbagai proses dan mencoba banyak pengalaman, target tersebut […]

  • Mahasiswa UNM Salurkan Bantuan untuk 85 KK Korban Kebakaran

    Mahasiswa UNM Salurkan Bantuan untuk 85 KK Korban Kebakaran Kemayoran

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Depokhitz.com, Depok – Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul di bidang akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Melalui kolaborasi Aliansi Organisasi Mahasiswa (Ormawa), UNM menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada 85 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi korban kebakaran besar di […]

  • Rumah Sudah Dibersihkan, Tapi Tetap Terlihat Berantakan? Ini Penyebabnya

    Rumah Sudah Dibersihkan, Tapi Tetap Terlihat Berantakan? Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Encut Nur Azizah
    • 0Komentar

    Depokhitz.com – Membersihkan rumah sering menjadi rutinitas yang dilakukan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan rapi. Namun, tidak sedikit orang yang merasa rumah tetap terlihat berantakan meski sudah disapu, dipel, dan dirapikan. Kondisi ini ternyata tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kebersihan. Dalam beberapa kasus, penataan barang dan penggunaan ruang yang kurang tepat justru membuat rumah […]

expand_less