Maba Wajib Siap Hadapi Dunia Kuliah, Dekan FEB UNM Soroti Manajemen Waktu hingga Organisasi
- account_circle Encut Nur Azizah
- calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depokhitz.com, Depok – Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa baru perlu beradaptasi dengan pola belajar yang berbeda dari masa sekolah. Selain mengikuti kegiatan akademik, mahasiswa juga mulai dituntut untuk mampu mengatur waktu, menentukan prioritas, serta mengembangkan kemampuan di luar kelas.
Hal tersebut disampaikan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusa Mandiri (UNM), Ida Zuniarti, SE, MM, dalam kegiatan Masa Orientasi Kampus (MOKA) di UNM Kampus Margonda, Jalan Margonda No. 545, Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (19/9).
Menurut Ida, salah satu perbedaan yang perlu dipahami mahasiswa baru adalah sistem pembelajaran di perguruan tinggi yang menggunakan Satuan Kredit Semester (SKS). Jika saat sekolah siswa terbiasa mengikuti jadwal belajar yang relatif rutin setiap hari, mahasiswa memiliki jadwal perkuliahan berdasarkan mata kuliah dan jumlah SKS yang diambil.
“Jadi mungkin waktunya agak sedikit luang dibandingkan pada waktu sekolah. Tapi pasti kan ada tugas dari dosen yang harus diselesaikan. Nah, mahasiswa dalam hal ini harus bisa memanage waktunya dengan baik supaya nanti bisa mencapai apa yang dicita-citakan,” ujarnya.
Tidak hanya mengatur waktu, mahasiswa juga perlu mulai mampu mengatur dirinya sendiri. Berbeda dengan sekolah ketika masih banyak diarahkan oleh guru, mahasiswa dituntut menentukan skala prioritas, mulai dari waktu untuk belajar, menyelesaikan tugas, mengikuti kegiatan kampus, hingga beristirahat.
Selain kegiatan akademik, mahasiswa baru juga didorong untuk aktif mengikuti organisasi. Menurut Ida, organisasi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan soft skill yang tidak sepenuhnya diperoleh melalui kegiatan perkuliahan.
“Jadi jangan hanya mengejar hard skill, tapi juga soft skill. Dengan berorganisasi kan belajar bagaimana memanage, bagaimana berkomunikasi, bagaimana cara melakukan lobi-lobi, bagaimana cara mengorganisir suatu kegiatan. Nah, itu penting,” katanya.
Ia menyarankan mahasiswa memilih organisasi sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Pengalaman tersebut juga dinilai dapat menjadi bekal ketika mahasiswa nantinya memasuki dunia kerja.
Saat Tugas Jadi Kendala
Meski didorong untuk aktif di luar kelas, mahasiswa tetap perlu memperhatikan tanggung jawab akademiknya. Banyaknya tugas kuliah tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengesampingkan kegiatan lain, tetapi perlu dihadapi dengan kemampuan mengatur waktu dan menentukan prioritas.
Ida juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak terbiasa menunda pekerjaan. Menurutnya, tugas maupun materi perkuliahan sebaiknya dikerjakan dan dipelajari sedini mungkin agar tidak menumpuk menjelang tenggat waktu atau ujian.
Namun, apabila mahasiswa menghadapi kendala yang berkaitan dengan proses pembelajaran atau penugasan, mahasiswa juga tidak perlu ragu menyampaikan aspirasinya. Ia menjelaskan, materi perkuliahan memiliki acuan melalui Rencana Pembelajaran Semester (RPS), sedangkan penugasan tercantum dalam Rencana Tugas Mahasiswa (RTM).
“Kalau misalkan mahasiswa merasa dosen memberikan pengajaran atau penugasan yang tidak sesuai, bisa komplain. Komplain saja, karena nanti akan menjadi bahan evaluasi bagi kita. Kita tidak serta-merta selalu membela dosen, tidak. Kita akan melihat dari dua sisi, dari sisi mahasiswa dan dari juga sisi dosen,” jelasnya.
Mahasiswa dapat menyampaikan kendala tersebut kepada dosen penasihat akademik (PA), yang kemudian dapat meneruskannya kepada kepala program studi. Ida menambahkan, laporan sebaiknya disampaikan secara tertulis dan disertai penjelasan mengenai permasalahan yang terjadi agar dapat ditindaklanjuti.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak takut mengisi survei pelayanan dosen yang dilakukan setiap semester. Evaluasi tersebut menjadi salah satu bahan bagi pihak kampus dalam melihat proses pembelajaran dan menciptakan suasana perkuliahan yang tetap serius tanpa membuat mahasiswa merasa takut untuk menyampaikan aspirasi.
Menutup pesannya kepada mahasiswa baru, Ida mengingatkan agar kesempatan menempuh pendidikan tinggi dimanfaatkan dengan penuh tanggung jawab. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menyelesaikan perkuliahan, tetapi juga berusaha meraih prestasi dan menjaga nama baik keluarga serta almamater.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Tunjukkan prestasi! Jangan kecewakan orang tua, jangan kecewakan orang-orang yang menyayangi kalian. Manfaatkan semaksimal mungkin, raih prestasi, serta tentunya juga harus bisa membanggakan keluarga, membanggakan orang tua, dan tentunya selalu menjaga nama baik keluarga dan nama baik almamater,” pungkasnya.
- Penulis: Encut Nur Azizah

Saat ini belum ada komentar