Niat Bikin Kamar Estetik, Malah Jadi Kurang Nyaman? Ini 5 Kesalahan yang Sering Terjadi
- account_circle Encut Nur Azizah
- calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depokhitz.com – Tren kamar estetik semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai inspirasi dekorasi yang beredar di media sosial membuat banyak orang ingin menghadirkan suasana serupa di kamar mereka, mulai dari konsep minimalis, Korean style, hingga Japandi.
Namun, kamar yang terlihat menarik di foto belum tentu nyaman digunakan sehari-hari. Tak sedikit orang yang terlalu fokus mengejar tampilan estetik hingga mengabaikan fungsi ruangan. Akibatnya, kamar memang terlihat cantik, tetapi kurang mendukung aktivitas maupun kebutuhan penghuninya.
Agar tidak mengalami hal serupa, berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan saat menata kamar estetik.
1. Terlalu Mengikuti Tren Tanpa Menyesuaikan Kondisi Ruangan
Kamar bergaya Korean, Japandi, atau minimalis modern memang banyak menjadi inspirasi di media sosial. Namun, mengikuti tren tanpa mempertimbangkan ukuran dan kondisi ruangan sering kali justru menimbulkan masalah baru.
Kamar yang terlihat luas dalam foto belum tentu memiliki ukuran yang sama dengan kamar yang dimiliki. Karena itu, penting untuk menyesuaikan konsep dekorasi dengan kebutuhan dan luas ruangan agar tetap nyaman digunakan.
2. Mengutamakan Tampilan Dibanding Fungsi
Saat menata kamar, banyak orang memilih furnitur atau dekorasi berdasarkan bentuk dan tampilannya. Padahal, aspek kenyamanan dan fungsi juga perlu menjadi pertimbangan utama.
Misalnya, meja yang terlihat menarik belum tentu nyaman digunakan untuk belajar atau bekerja dalam waktu lama. Hal serupa juga berlaku pada kursi, rak, maupun aksesori dekoratif lainnya.
3. Terlalu Sedikit Ruang Penyimpanan
Konsep minimalis sering identik dengan tampilan yang bersih dan sederhana. Namun, terlalu mengurangi area penyimpanan justru dapat membuat kamar cepat berantakan.
Barang-barang yang tidak memiliki tempat khusus biasanya akan menumpuk di meja, kursi, atau sudut ruangan. Akibatnya, kamar yang awalnya ingin terlihat rapi justru terasa lebih penuh.
4. Pencahayaan Hanya Berfokus pada Estetika
Lampu dekoratif dan pencahayaan temaram memang dapat menciptakan suasana yang hangat dan menenangkan. Namun, pencahayaan yang terlalu redup sering kali kurang mendukung aktivitas seperti membaca, belajar, atau bekerja.
Karena itu, pencahayaan estetik sebaiknya tetap diimbangi dengan sumber cahaya utama yang cukup agar ruangan tetap nyaman digunakan kapan pun.

Sumber foto: Max Vakhtbovych on Pexels
5. Terlalu Banyak Dekorasi
Dekorasi merupakan salah satu elemen yang membuat kamar terlihat lebih menarik. Namun, penggunaan yang berlebihan justru dapat membuat ruangan terasa sesak dan kehilangan fungsi utamanya sebagai tempat beristirahat.
Memilih beberapa dekorasi yang sesuai dengan tema ruangan biasanya lebih efektif dibanding memenuhi setiap sudut kamar dengan berbagai aksesori.
Pada akhirnya, kamar bukan hanya tempat yang enak dipandang, tetapi juga ruang untuk beristirahat dan beraktivitas sehari-hari. Karena itu, sebelum mengikuti tren dekorasi tertentu, pastikan desain yang dipilih tetap sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan penghuninya.
- Penulis: Encut Nur Azizah

Saat ini belum ada komentar