Sejak Semester Awal Incar Paragon, Perjalanan Nur Khofifah dari Bangku Kuliah hingga Berkarier di PT Paragon Technology and Innovation
- account_circle Muhammad Guntur Ilham
- calendar_month Rabu, 23 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depokhitz.com, Depok — Menentukan tujuan karier sejak masih duduk di bangku kuliah menjadi salah satu hal yang dilakukan Nur Khofifah. Alumni Program Studi Manajemen Universitas Nusa Mandiri (UNM) Jatiwaringin yang lulus pada 2025 tersebut sudah memiliki target perusahaan yang ingin dituju sejak semester awal perkuliahan. Setelah melewati berbagai proses dan mencoba banyak pengalaman, target tersebut akhirnya berhasil dicapai.
Nur Khofifah memilih Program Studi Manajemen karena melihat bidang tersebut memiliki cakupan karier yang cukup luas. Menurutnya, ilmu Manajemen tidak hanya berkaitan dengan satu bidang pekerjaan, tetapi dapat diterapkan dalam berbagai sektor, mulai dari digital business, kewirausahaan, finance, hingga pengadaan.
“Alasan mengambil jurusan Manajemen, pertama karena prospek kerjanya itu cakupannya luas. Manajemen itu bisa ke sosial media karena kita memang belajar digital business. Bisa juga ke kewirausahaan, finance, atau hal-hal seperti pengadaan,” ujar Nur Khofifah.
Selama menjadi mahasiswa, Khofifah tidak hanya berfokus pada kegiatan perkuliahan. Ia aktif mengeksplorasi berbagai pengalaman, baik di dalam maupun di luar lingkungan kampus.
Ia pernah bergabung dengan organisasi mahasiswa, Himpunan Mahasiswa, hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Selain itu, ia juga mengikuti komunitas di luar kampus, salah satunya Komunitas Narasi Jabodetabek.
Bagi Khofifah, bertemu dengan orang-orang baru dari berbagai latar belakang memberikan pengalaman yang tidak selalu didapatkan di ruang kelas. Setiap percakapan dan interaksi membuatnya mendapatkan perspektif baru sekaligus mendorong rasa ingin tahunya terhadap berbagai hal.
“Kalau kita ngobrol sama orang baru, kita dapat perspektif baru dari orang lain juga. Dari situ pola pikir aku terasah lagi, curiosity aku terhadap hal-hal baru juga makin meningkat,” ungkapnya.
Salah satu sosok yang berkesan selama masa kuliahnya adalah Ibu Eli selaku Kaprodi. Meski tidak memiliki satu mata kuliah yang secara khusus menjadi favoritnya, Khofifah justru menikmati proses ketika bisa mempelajari dan mengeksplorasi banyak hal.
Menurutnya, pengalaman organisasi dan komunitas menjadi bagian penting dalam membentuk cara berpikirnya hingga saat ini.
Mengasah Kemampuan Sebelum Masuk Dunia Kerja
Berbagai pengalaman selama kuliah kemudian menjadi bekal ketika Khofifah memasuki dunia kerja. Salah satu kemampuan yang menurutnya paling terasa manfaatnya adalah public speaking.
Menurut Khofifah, public speaking tidak hanya tentang kemampuan berbicara di depan banyak orang. Kemampuan tersebut juga berkaitan dengan bagaimana seseorang berkomunikasi dengan orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
“Public speaking itu enggak cuma the way kita ngomong di depan publik, tapi the way kita communicate with other people juga. Dari kita ngobrol seperti ini, itu adalah public speaking juga,” jelasnya.
Selain komunikasi, ia juga merasa kemampuan problem solving dan menganalisis masalah menjadi hal yang penting. Sebelum mengambil keputusan, seseorang perlu memahami terlebih dahulu masalah yang sedang dihadapi.
Khofifah menyebut prinsip PDCA atau Plan, Do, Check, Action sebagai salah satu cara berpikir yang relevan dalam menghadapi persoalan.
Kemampuan tersebut kemudian ia gunakan ketika mulai mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.
Paragon Sudah Menjadi Target Sejak Semester Awal
Bagi Khofifah, mendapatkan pekerjaan setelah lulus bukanlah proses yang singkat. Bahkan, persiapan untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan sudah dilakukan sejak dirinya masih berada di semester dua atau tiga.
Saat itu, Khofifah sudah menentukan satu perusahaan yang ingin dituju, yaitu PT Paragon Technology and Innovation.
“Aku sudah state bahwasanya ‘I want Paragon’. Jadi aku memperjuangkan Paragon sampai sekarang aku dapat Paragon,” tuturnya.
Meski sudah memiliki target, Khofifah tidak hanya menunggu kesempatan datang. Ia tetap mencoba berbagai pekerjaan dan kesempatan lain untuk mendapatkan pengalaman sekaligus mengasah kemampuan.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi penting karena perusahaan juga akan melihat rekam jejak seseorang sebelum memutuskan untuk merekrutnya.
“Kalau aku enggak ada pengalaman pekerjaan lain terus tiba-tiba ujug-ujug di Paragon, itu kan mustahil. Sebelum kita mencapai target, kita harus punya proses dan pengalaman,” katanya.
Dalam proses tersebut, Khofifah juga melakukan riset mengenai perusahaan yang dituju. Ia tidak ingin sekadar mengirimkan CV ke banyak perusahaan tanpa memahami
- Penulis: Muhammad Guntur Ilham

Saat ini belum ada komentar