Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » Usia 12–17 Tahun, Mereka Bawa Solusi Teknologi ke Panggung Internasional YESIST12 2026

Usia 12–17 Tahun, Mereka Bawa Solusi Teknologi ke Panggung Internasional YESIST12 2026

  • account_circle Encut Nur Azizah
  • calendar_month Sabtu, 3 Okt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Depokhitz.com, Bekasi – Berapa usia yang dibutuhkan untuk mulai menyelesaikan persoalan dunia? Bagi para peserta Junior Einstein Track IEEE YESIST12 2026, jawabannya tidak harus menunggu dewasa.

Di usia 12 hingga 17 tahun, para inovator muda dari berbagai negara sudah membawa gagasan mereka ke panggung internasional melalui Junior Einstein Track dalam gelaran IEEE YESIST12 2026 Grand Finale di BSI Convention Center, Bekasi, Jumat (2/10).

Mengusung fokus “Smart Ideas for a Sustainable Future”, track ini menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, dan keterampilan teknis melalui pendekatan STEM. Mereka tidak hanya diminta menghasilkan ide, tetapi juga menjelaskan persoalan yang ingin diselesaikan dan menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk menjawabnya.

Chair Junior Einstein Track, Navaneethakrishnan Ramanathan, mengatakan ajang tersebut dirancang sebagai platform internasional bagi inovator muda untuk menunjukkan kemampuan, berkolaborasi, sekaligus mengembangkan solusi terhadap persoalan nyata.

“Perjalanan 2026 merayakan kecerdasan, energi, dan semangat para inovator muda kami, yang membuktikan bahwa perubahan bermakna dapat dimulai dari pikiran yang penuh rasa ingin tahu, ide yang berani, dan keberanian untuk mencipta,” ujar Navaneethakrishnan, Jumat (2/10).

Menurutnya, pengalaman dalam Junior Einstein tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis. Peserta juga didorong untuk berpikir kritis, melakukan eksperimen, dan mengasah kemampuan memecahkan masalah.

Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun rasa percaya diri dan kreativitas peserta agar mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memiliki keberanian untuk menciptakan solusi.

Dari Rasa Penasaran Menjadi Sebuah Gagasan
Puluhan tim dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, Mesir, dan India, mengikuti sesi pitching Junior Einstein Track pada Grand Finale YESIST12 2026.

Baik secara online maupun in-person, setiap tim mendapatkan waktu 10 menit untuk menjelaskan karya mereka. Lima menit digunakan untuk presentasi, dilanjutkan dua menit pemutaran video demonstrasi produk dan dua hingga tiga menit sesi tanya jawab bersama dewan juri.

Dalam waktu yang singkat itu, para peserta harus menunjukkan bahwa gagasan mereka bukan sekadar hasil imajinasi. Mereka perlu menjelaskan kebutuhan yang ingin dijawab, cara kerja solusi, hingga peluang penerapannya.

Juri menilai karya peserta melalui sejumlah aspek, mulai dari kebaruan atau inovasi, pemahaman terhadap kebutuhan pengguna, dampak dan skalabilitas, implementasi serta demonstrasi teknis, hingga kejelasan penyampaian gagasan. Menariknya, persoalan yang dibawa para peserta juga tidak kecil.

Team Rezfan dari Indonesia, misalnya, membawa riset pemanfaatan AI pada fosil untuk meneliti pemasaman laut. Team Smart Kepo, juga dari Indonesia, mengembangkan sistem manajemen kota cerdas untuk kendaraan.

Dari India, V eyes menghadirkan alat navigasi audio berbasis smartphone yang ditujukan bagi penyandang tunanetra. Sementara Azmm dari Mesir membawa sistem irigasi dan reklamasi lahan otomatis.

Berbagai proyek tersebut memperlihatkan bahwa rasa ingin tahu anak muda dapat membawa mereka pada persoalan yang selama ini juga menjadi perhatian para peneliti dan pengembang teknologi.

Ada persoalan aksesibilitas, mobilitas perkotaan, perubahan lingkungan, hingga pengelolaan sumber daya. Bedanya, para peserta Junior Einstein mencoba melihat persoalan tersebut dari sudut pandang mereka sendiri.

Belajar Sebelum Menjadi Inovator
Yang dibawa pulang dari Junior Einstein Track pun tidak selalu harus berupa penghargaan.

Proses mempresentasikan gagasan di hadapan juri, menerima pertanyaan, mendapatkan masukan, dan berhadapan dengan peserta dari negara lain menjadi bagian dari pengalaman yang dapat membentuk cara mereka melihat teknologi.

Di usia ketika sebagian anak mungkin masih mencari tahu bidang apa yang mereka sukai, para peserta Junior Einstein sudah mendapat kesempatan untuk menguji satu hal penting, apakah rasa penasaran mereka bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain?

Navaneethakrishnan berharap pengalaman tersebut terus berkembang setelah kompetisi selesai. Ide yang lahir dalam ajang ini tidak berhenti ketika peserta meninggalkan panggung, tetapi dapat menjadi pijakan untuk terus belajar dan mengembangkan solusi baru.

Melalui Junior Einstein Track, IEEE YESIST12 2026 Indonesia dengan tuan rumah Universitas Nusa Mandiri (UNM) memperlihatkan bahwa inovasi tidak selalu dimulai dari laboratorium besar atau perusahaan teknologi. Kadang, ia dimulai dari pertanyaan sederhana seorang anak muda yang melihat sebuah masalah lalu berpikir, “Kenapa tidak kita coba cari solusinya?”

  • Penulis: Encut Nur Azizah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jasad Bayi Ditemukan di Flyover Tanah Baru Depok, Polisi Lakukan Penyelidikan

    Jasad Bayi Ditemukan di Flyover Tanah Baru Depok, Polisi Lakukan Penyelidikan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Encut Nur Azizah
    • 0Komentar

    Depokhitz.com, Depok – Warga yang melintas di kawasan Flyover Jalan Raya Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, digegerkan dengan penemuan jasad bayi pada Jumat (5/6) sore. Jasad bayi tersebut ditemukan di pinggir jalan dalam kondisi sudah membusuk. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. Kanit Reskrim Polsek Beji, Iptu Ahmad […]

  • Akses Jalan Ditembok, Satu Keluarga di Cilodong Depok Terisolasi

    Akses Jalan Ditembok, Satu Keluarga di Cilodong Depok Terisolasi

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Ilman Syafaat
    • 0Komentar

    Depokhitz.com, Depok – Satu keluarga di kawasan Cilodong, Kota Depok, mengaku terisolasi setelah akses jalan menuju rumah mereka ditutup menggunakan tembok oleh pemilik lahan. Akibatnya, penghuni harus menggunakan jalur alternatif yang dinilai kurang aman untuk beraktivitas sehari-hari. Tembok dengan tinggi lebih dari satu meter tersebut membuat akses utama menuju rumah tertutup. Untuk sementara, keluarga tersebut […]

  • Rumah Sudah Dibersihkan, Tapi Tetap Terlihat Berantakan? Ini Penyebabnya

    Rumah Sudah Dibersihkan, Tapi Tetap Terlihat Berantakan? Ini Penyebabnya

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Encut Nur Azizah
    • 0Komentar

    Depokhitz.com – Membersihkan rumah sering menjadi rutinitas yang dilakukan untuk menciptakan suasana yang nyaman dan rapi. Namun, tidak sedikit orang yang merasa rumah tetap terlihat berantakan meski sudah disapu, dipel, dan dirapikan. Kondisi ini ternyata tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kebersihan. Dalam beberapa kasus, penataan barang dan penggunaan ruang yang kurang tepat justru membuat rumah […]

  • IEEE YESIST12 2026 Siap Bawa Inovasi Anak Muda Dunia ke Bekasi

    IEEE YESIST12 2026 Siap Bawa Inovasi Anak Muda Dunia ke Bekasi

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Encut Nur Azizah
    • 0Komentar

    Depokhitz.com, Bekasi – Apa jadinya jika anak muda dari berbagai negara membawa persoalan di sekitarnya, lalu mencoba menjawabnya dengan teknologi? Pertanyaan itu akan menemukan panggungnya di BSI Convention Center, Bekasi, saat IEEE YESIST12 2026 Grand Finale digelar pada Jumat–Sabtu, 2–3 Oktober 2026 mendatang. Mengusung tema “Age of Innovation: Ignite Your Ideas, Transform Tomorrow!”, ajang yang […]

  • Gubug Makan Mang Engking

    15 Restoran di Depok yang Wajib Dicoba, dari Legendaris hingga Hidden Gem (2026)

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Feby R
    • 0Komentar

    Depokhitz.com – Depok bukan cuma kota persinggahan yang ramai dan padat. Kota ini menyimpan deretan tempat makan yang menawarkan cita rasa luar biasa dari penjuru bumi. Oleh karena itu, pantas saja jika Depok kini diakui sebagai destinasi kuliner yang kian dilirik banyak orang. Lagipula, jenisnya sangat beragam, mulai dari kedai legendaris yang sudah berdiri sejak […]

  • a-closeup-of-popcorn-in

    7 Rekomendasi Bioskop Paling Nyaman di Depok dengan Kursi Terbaik (2026)

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Feby R
    • 0Komentar

    Depokhitz.com – Menonton film di bioskop kini bukan sekadar hiburan biasa semata. Pengalaman sinema yang sesungguhnya sangat bergantung pada kenyamanan kursi dan kualitas fasilitas yang ada. Maka, memilih bioskop nyaman di Depok menjadi keputusan penting sebelum kamu memesan tiket film. Selain itu, Kota Depok kini memiliki banyak pilihan bioskop modern dengan standar kenyamanan yang tidak […]

expand_less