Kuliah Sambil Kerja, Reza Marwansyah Kini Berkarier di Dunia Teknologi dan AI
- account_circle Muhammad Guntur Ilham
- calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Depokhitz.com, Depok — Kesuksesan tidak selalu datang dari perjalanan yang mudah. Bagi Reza Marwansyah, alumni Program Studi Informatika Universitas Nusa Mandiri (UNM) yang lulus pada 2021, perjalanan menuju dunia profesional justru dimulai dari berbagai keterbatasan.
Sebelum menjadi seorang profesional di bidang teknologi, Reza sudah terbiasa bekerja sejak lulus SMA pada 2007. Ia pernah bekerja sebagai SPB di Matahari kawasan Mangga Besar, menjadi pramuniaga di Fuji Film, hingga bekerja sebagai petugas kebersihan di KFC.
Dari pengalaman tersebut, Reza mulai menyadari bahwa pendidikan akan menjadi salah satu bekal penting untuk menghadapi masa depan. Ia kemudian memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 dengan mengambil jurusan komputer karena melihat perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Saya menyadari pada tahun itu, lulus SMA ke depan akan makin berat. Makanya saya kuliah, mengambil S1 Komputer. Tujuannya karena mengingat teknologi akan berkembang ke depannya,” ujar Reza.
Keputusan untuk kuliah ternyata tidak membuat Reza berhenti bekerja. Ia memilih kelas karyawan di UNM dan menjalani pekerjaan sebagai kurir untuk memenuhi kebutuhan sekaligus membiayai pendidikannya.
Menjalani dua aktivitas sekaligus membuat masa kuliah Reza penuh tantangan. Tidak jarang, kondisi tubuh yang lelah setelah bekerja membuatnya harus menahan kantuk ketika mengikuti perkuliahan.
“Jadi karena saya kuliah sambil kerja, kadang saya di kampus tidur. Pagi diomelin bos, malam diomelin dosen,” ucapnya sambil mengenang masa kuliah.
Meski begitu, ada sosok dosen yang menurut Reza memiliki peran penting dalam perjalanan akademiknya, yaitu Pak Arif. Dari sang dosen, Reza mendapatkan banyak pengetahuan dan inspirasi, khususnya mengenai teknologi Cloud dan Artificial Intelligence (AI).
Pertemuannya dengan bidang AI kemudian semakin berkembang ketika Reza mengerjakan skripsi. Bertepatan dengan masa pandemi Covid-19, ia memilih mengangkat topik deteksi penggunaan masker menggunakan teknologi AI.
Ide tersebut muncul karena kondisi saat itu mengharuskan masyarakat menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar rumah. Reza melihat adanya persoalan dalam proses pemantauan masyarakat sehingga muncul gagasan untuk memanfaatkan CCTV sebagai alat pendeteksi penggunaan masker.
“Kenapa enggak kita deploy CCTV untuk mendeteksi warganya pakai masker atau enggak untuk membantu atau menghambat penyebaran virus Corona,” jelasnya.
Menurut Reza, pemilihan topik skripsi tersebut juga tidak terlepas dari dorongan dosen yang mengajaknya membuat penelitian yang memiliki manfaat dan tidak sekadar menjadi syarat kelulusan.
Dari proyek tersebut, ketertarikan Reza terhadap AI semakin kuat. Bahkan, setelah lulus pada 2021, ia melanjutkan pengalamannya melalui program Kampus Merdeka dan bergabung dengan Orbit Future Academy sebagai mentor AI.
Perjalanan tersebut menjadi salah satu langkah Reza dalam memasuki dunia profesional di bidang teknologi. Ia pun terus mengembangkan kemampuan dan mempelajari perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Bagi Reza, mendapatkan gelar sarjana bukan berarti proses belajar telah selesai. Justru setelah lulus, seseorang akan menghadapi lingkungan dan tantangan baru yang membutuhkan kemampuan untuk terus beradaptasi.
“Saya cuma titip satu pesan dari dosen saya, Pak Arif, jangan pernah berhenti belajar. Ketika kuliah selesai, bukan berarti belajarnya selesai. Kita dituntut belajar lagi, belajar memahami kehidupan,” katanya.
AI dan Tantangan Dunia Kerja
Perkembangan AI menjadi salah satu perhatian Reza ketika berbicara mengenai masa depan mahasiswa Informatika. Menurutnya, mahasiswa saat ini tidak cukup hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga perlu memahami bagaimana teknologi tersebut bekerja.
“AI. Karena ke depan, saingan teman-teman itu sudah bukan manusia lagi,” ujar Reza.
Ia menilai pemahaman mengenai proses di balik teknologi AI menjadi hal yang penting. Mulai dari cara kerja sistem, pengembangan, hingga proses deployment perlu dipelajari agar mahasiswa tidak hanya bergantung pada teknologi yang sudah tersedia.
Menurutnya, perkembangan AI juga membuat mahasiswa perlu mempersiapkan diri lebih awal sebelum memasuki dunia kerja. Salah satunya dengan membangun pengalaman melalui kegiatan magang dan memperluas jaringan.
“Yang belum dimenangkan oleh AI, perbanyak network. Kemudian manfaatkan waktu di empat tahun ini dengan cara teman-teman dapat kompetensi atau kesempatan magang, sehingga ketika teman-teman lulus ada bargaining power,” jelasnya.
Reza juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak hanya mengejar nilai akademik. Pengalaman di luar kelas, menurutnya, dapat menjadi salah satu bekal penting ketika mahasiswa mulai mencari pekerjaan setelah lulus.
“Jangan cuma kuliah aja, IPK bagus, nah itu nggak ada kepakai. Manfaatkan magang karena sekarang perusahaan sedang mencari orang yang punya pengalaman,” tambahnya.
Pesan untuk Mahasiswa Baru
Melihat perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif, Reza menilai mahasiswa baru perlu memanfaatkan waktu selama empat tahun perkuliahan sebaik mungkin.
Ia menyarankan mahasiswa untuk mulai membangun kompetensi, mencari pengalaman magang, mengikuti kegiatan yang dapat menambah kemampuan, serta memperluas jaringan sejak masih berada di bangku kuliah.
“Zaman teman-teman ke depan akan jauh lebih sulit dibanding zaman saya. Solusinya adalah yang belum dimenangkan oleh AI, perbanyak network,” tuturnya.
Selain itu, Reza berharap mahasiswa dapat menggunakan kesempatan yang ada untuk meningkatkan nilai diri sebelum lulus. Menurutnya, pengalaman dan kemampuan yang dimiliki mahasiswa dapat menjadi bekal ketika mereka mulai bersaing di dunia profesional.
Sebagai alumni UNM, Reza juga berharap dapat terlibat dalam program kolaborasi bersama almamater. Ia ingin alumni dan kampus dapat ikut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai perkembangan teknologi dan perubahan yang terjadi di dunia kerja.
“Saya berharap ada program kolaborasi. Kita juga bisa menyadarkan generasi baru bahwa ke depan semakin gawat ke sana. Harapan saya teman-teman akan lebih peka dengan apa yang terjadi ke depan,” ungkapnya.
Perjalanan Reza menjadi salah satu cerita bahwa proses menuju dunia profesional tidak selalu dimulai dari keadaan yang ideal. Pengalaman bekerja sejak lulus SMA, kuliah sambil bekerja, bertemu dengan dosen yang menginspirasi, hingga menemukan ketertarikan pada AI menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk kariernya.
Kini, Reza terus menekuni bidang teknologi dan melihat perkembangan AI sebagai tantangan sekaligus peluang. Dari pengalamannya, satu hal yang terus ia pegang adalah pentingnya belajar dan beradaptasi.
“Jangan pernah berhenti belajar.”
- Penulis: Muhammad Guntur Ilham

Saat ini belum ada komentar